Dia.
yang selalu saya doakan,
yang selalu menyokong saya,
yang selalu memberi kata semangat kepada saya.
saya tidak pernah punyai seorang pun saudara sedarah yang bernama perempuan.
Hidup saya hanya ada lelaki seramai 4 orang. Terkadang saya bosan dibuli, saya bosan kerana sendiri..tapi itulah hidup saya selama 17 tahun.
saya x pandai berkongsi cerita, kerana saya sukar nak mencari teman untuk bercerita. nasib baik ada kawan2, pandai mereka baca air muka saya..xperlu saya bercerita panjang...
tapi itu dulu. di sekolah. saya punyai ramai kawan2 yang supportive, caring n sentiasa concern ttg saya.
itu dahulu.
kemudian di sini.
setahun saya hanya gemar memendam rasa..pendam masalah. tutup rapat2.
saya x tahu dan tak mahu berkongsi.
mungkin ingin, tetapi susahnya nk jumpa orang y sudi mendengar.
xp, stay cool~
tapi,
Dia lain.
banyak sangat tunjuk ajar dan nasihat yang diberi,
x perlu saya luahkan,
Dia sentiasa tahu apa di benak hati saya.
walau sekadar melihat mata saya yang kuyu,
Dia hadir membantu..
tak pernah saya rasa betapa sayangnya kepada seorang ukhti
pertama kali saya rasai memiliki seorang kakak
berbelas2 tahun saya menjadi seorang kakak
hanya terfikir apakah perasaan menjadi seorang adik yang ingin berkongsi bicara,
kini Allah berikan Dia dalam hidup saya.
walau bukan selalu saya mendengar suaranya,
walau sekadar melihat senyumannya,
hati yang resah pun terasa lega.
walau pun kita jarang bersama,
tapi Dia tetap menjadi inspirasi saya...
memberi satu kekuatan buat saya.
Kini,
masanya sudah berbeza.
terlalu cepat
tidak tahu apakah saya mampu untuk melaluinya.
tapi saya perlu..saya perlu laluinya.
can't afford to lose you,
but i'll try to be strong.
saya tahu masa ini akan tiba jua.
selamat pengantin baru ukhti~
Thursday, December 18, 2008
Saturday, December 13, 2008
Ikhtilatnya Sang Aktivis Kenapa terjadi??!
postnya kali ini bahasanya agak berbeda gitu...ukhti balqis mesti suka kerana bahasa kesukaannya, hehe..semoga sama2 dapat manfaat dari artikel copy paste ini...buat saya dan juga semua pembaca, terutama buat yang bergiat aktif dalam persatuan yang seringkali terpaksa bermuamalah dengan berlainan jantina, semoga menjadi pedoman buat kita semua..ya Allah, jagalah hati2 kami~~
"Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???," tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis,sangat dekat posisi tubuhnya."Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?,"tanya sang mad'u kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasanganyang sudah menikah.
"Duh? ngeri, lihat itu? ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat??," ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah resah, ketika melihatikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran."Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?," Tanya seorang akhwat penuh keheranan.
Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena:
1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.
2. Sudah mengetahui, namun belum memahami.
3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.
4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.
Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggutdan celana mengatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibukberhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.
Sesungguhnya panggilan 'ikhwan' dan 'akhwat' adalah panggilan persaudaraan.'Ikhwan' artinya adalah saudara laki-laki, dan 'akhwat' adalah saudaraperempuan. Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikhotomi bahwa gelaritu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya shahih, syamil, lurus fikrahnya dan akhlaknya baik.
Atau bisa dikonotasikan dengan jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-'ikhwanan'-nya atau ke-'akhwatan'-nya bila belum bisa menjagabatas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.Aktivis sekuler tak lagi segan !!!Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya,"Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi
tak segan lagi.
"Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.
Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwatBerikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:
1. Pulang Berdua Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.
2. Rapat Berhadap-Hadapan Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah 'cair' dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab - dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.
3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)Bukankah ada pepatah yang mengatakan, "Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati". Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, "Ah, tida kperlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!" Namun, tentu aplikasinyatidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrakdinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab ataumata semu/samping.
4. Duduk/ Jalan BerduaanDuduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivisberduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.
5. "Men-tek" Untuk Menikah"Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang." Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga 'men-tek' seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapanakan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.
6. Telfon Tidak UrgenMenelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.
7. SMS Tidak UrgenSaling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya denganda'wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.
8. Berbicara Mendayu-Dayu"Deuu si akhiii, antum bisa aja deh?.." ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.
9. Bahasa Yang AkrabVia SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yangdisampaikan begitu akrabnya, "Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnyalancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh :)."Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplahbukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya.Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.
10. Curhat"Duh, bagaimana ya?., ane bingung nih, banyak masalah begini ? dan begitu,akh?." Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati,kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasida'wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya denganda'wah.
11 Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak UrgenYM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-halpenting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebarkemana-mana dan tidak fokus pada da'wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.
12. Bercanda ikhwan-akhwat"Biasa aza lagi, ukhtiii? hehehehe," ujar seorang ikhwan sambil tertawa.Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.
Dalil untuk nomor 1-5:a. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hariakhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan."( HR.Ahmad)
b. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,'Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya??"(QS.24: 30)
c. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada wanita yang beriman,'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya??" (QS.24: 31)
d. Rasulullah SAW bersabda, "Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya."
e. Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandanganyang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu."(HR Ahmad)
Dalil untuk nomor 6-12:"... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlahorang yang ada penyakit di dalam hatinya..." (Al Ahzab: 32)
Penutup Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga.Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan),tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara(mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalahpenjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dankemuliaannya.Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam,sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. "Dan janganlahkamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang kejidan suatu jalan yang buruk."(QS. Al Isra:32).Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zin akarena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yangsesungguhnya, na'udzubillah.Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat.
Wahai akhwat?., jagalah para ikhwan.Dan wahai ikhwan?., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidakterjerumus ke dalam kategori mendekati zina.
"Ya Rabbi?, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kamidi jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itupada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya.Ampunilah kami ya Allah…. Tolonglah kami membersihkannya hinggadapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah….
Posted by ustaz_paksi on 2008/12/14 0:55:18 (7 reads)
"Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???," tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis,sangat dekat posisi tubuhnya."Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?,"tanya sang mad'u kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasanganyang sudah menikah.
"Duh? ngeri, lihat itu? ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat??," ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah resah, ketika melihatikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran."Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?," Tanya seorang akhwat penuh keheranan.
Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena:
1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.
2. Sudah mengetahui, namun belum memahami.
3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.
4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.
Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggutdan celana mengatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibukberhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.
Sesungguhnya panggilan 'ikhwan' dan 'akhwat' adalah panggilan persaudaraan.'Ikhwan' artinya adalah saudara laki-laki, dan 'akhwat' adalah saudaraperempuan. Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikhotomi bahwa gelaritu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya shahih, syamil, lurus fikrahnya dan akhlaknya baik.
Atau bisa dikonotasikan dengan jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-'ikhwanan'-nya atau ke-'akhwatan'-nya bila belum bisa menjagabatas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.Aktivis sekuler tak lagi segan !!!Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya,"Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi
tak segan lagi.
"Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.
Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwatBerikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:
1. Pulang Berdua Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.
2. Rapat Berhadap-Hadapan Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah 'cair' dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab - dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.
3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)Bukankah ada pepatah yang mengatakan, "Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati". Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, "Ah, tida kperlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!" Namun, tentu aplikasinyatidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrakdinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab ataumata semu/samping.
4. Duduk/ Jalan BerduaanDuduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivisberduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.
5. "Men-tek" Untuk Menikah"Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang." Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga 'men-tek' seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapanakan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.
6. Telfon Tidak UrgenMenelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.
7. SMS Tidak UrgenSaling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya denganda'wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.
8. Berbicara Mendayu-Dayu"Deuu si akhiii, antum bisa aja deh?.." ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.
9. Bahasa Yang AkrabVia SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yangdisampaikan begitu akrabnya, "Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnyalancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh :)."Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplahbukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya.Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.
10. Curhat"Duh, bagaimana ya?., ane bingung nih, banyak masalah begini ? dan begitu,akh?." Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati,kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasida'wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya denganda'wah.
11 Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak UrgenYM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-halpenting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebarkemana-mana dan tidak fokus pada da'wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.
12. Bercanda ikhwan-akhwat"Biasa aza lagi, ukhtiii? hehehehe," ujar seorang ikhwan sambil tertawa.Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.
Dalil untuk nomor 1-5:a. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hariakhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan."( HR.Ahmad)
b. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,'Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya??"(QS.24: 30)
c. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada wanita yang beriman,'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya??" (QS.24: 31)
d. Rasulullah SAW bersabda, "Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya."
e. Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandanganyang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu."(HR Ahmad)
Dalil untuk nomor 6-12:"... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlahorang yang ada penyakit di dalam hatinya..." (Al Ahzab: 32)
Penutup Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga.Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan),tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara(mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalahpenjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dankemuliaannya.Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam,sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. "Dan janganlahkamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang kejidan suatu jalan yang buruk."(QS. Al Isra:32).Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zin akarena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yangsesungguhnya, na'udzubillah.Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat.
Wahai akhwat?., jagalah para ikhwan.Dan wahai ikhwan?., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidakterjerumus ke dalam kategori mendekati zina.
"Ya Rabbi?, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kamidi jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itupada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya.Ampunilah kami ya Allah…. Tolonglah kami membersihkannya hinggadapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah….
Saturday, December 6, 2008
~keEmBaLi~

bangun setelah 'iktikaf' seketika.
saya tahu, bahawa hakikat dalam hidup ini tidak mengenal erti kesenangan yang kekal..kebahagiaan yag berpanjangan, keseronokan yang abadi,
kerana seringkali ujian dan keperitan datang menjengah..
kerana seringkali ujian dan keperitan datang menjengah..
dan,
begitulah juga hakikat seorang manusia,
kadang kala kita kuat menghadapi dugaan,
tabah dan sabar dalam berjuang,
namun adakalanya,
langkah seakan terhenti seketika..
walau ingin dilawan, tetapi kadang kala kita juga 'tertewas' dengan belenggu kesusahan dan
kepenatan.
itulah lumrah kita manusia biasa,
fitrah hamba yang lemah, yang senantiasa mencari inspirasi kekuatan....
tapi saya tahu,
bahawa jalan hidup saya masih jauh
jalan yang saya hadapi ini memerlukan saya untuk bersedia menjadi lebih hebat dari masa lalu,
lebih kuat,lebih sabar
walau kadangkala terasa lemah seketika.
saya teringat kata2 di dalam lagu Opick- Kembali kepada Allah
Bila hati gelisah
Tak tenang, tak tentram
Bila hatimu goyah
Terluka, merana
Jauhkan hati ini dari Tuhan,
dari Allah
Hilangkan dalam hati dzikirku,
imanku
Hanya dengan Allah
Hatimu akan menjadi tenang
Dengan mengingat Allah
Hilangkan semua kegelisahan
Cukuplah hanya Allah
Hati bergantung dan berserah diri
mungkin ini yang seringkali kita terlupa bila kita 'terjatuh'
bila kita dihimpit rasa rimas dengan kepayahan hidup
rasa ingin keluar dari belenggu masalah..
walhal kita sebenarnya terlupa
bahawa hati kita terlalu jauh dari rindu Illahi...
tatkala diri mendamba kerehatan,
tertanya pada diri sendiri apakah erti perjuangan hidup ini,
adakah saya sedang 'berhenti seketika' dalam pemusafiran mencari redha Allah?
apakah itu yang saya inginkan, berehat dari mencari redha Allah?
tidak sama sekali...
lalu,
tinjaulah kembali khabar niatmu..khabar imanmu..
apakah benar segalanya dalam hidup ini untuk Rabbi Izzati
ingatlah wahai diri,
klaulah jalan ini semudah yang disangka,
apakah dirimu akan dijanjikan nikmat syurga?
qawikah dirimu untuk bersama umat2 terdahulu
yang jauh lebih hebat ujian yang dilalui..
wahai diri,
kembalilah mengutip cahaya inayahNya,
moga dengannya hatimu akan kembali mencari kekuatan..
buat sahabat seperjuangan,
terima kasih diatas segala taujihat.
walau sekadar senyuman dan salam..
terima kasih kerana mendoakan diri ini
untuk menjadi lebih KUAT!!!
YEAH!!!

YEAH!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)